Tuesday, September 13, 2011

Asem-asem Ikan

Asem-asem Ikan

Bahan :

4 bh fillet ikan kakap merah/nila
6 butir bawang putih, haluskan
8 butir bawang merah, haluskan
2 lembar daun salam
1 sdt asam jawa
6 cm lengkuas/laos - memarkan
5 butir cabai merah (buang biji jika tidak suka pedas)
8 butir tomat hijau, belah 4
1 buah paprika merah utuh - bersihkan bijinya
2 sdm perasan air jeruk nipis
daun bawang

Cara Membuat :

Rendam ikan dalam campuran perasan jeruk nipis + garam selama 30 menit
Tumis bumbu halus sampai harum
Tambahkan daun salam, lengkuas dan asam jawa

Masukkan ikan, tambahkan 1 cangkir air.
Tambahkan potongan tomat hijau, irisan daun bawang, cabai dan air jeruk nipis
Cicipi, tambahkan gula, garam atau maggi blok jika perlu

Masak lagi selama 10 menit - atau sampai kuah mengental.
Sajikan bersama nasi putih hangat

Wednesday, September 7, 2011

Pais Ikan (Pepes Ikan)

Pais Ikan Pepes Ikan

Bahan :

1 kg ikan nila (mas, patin, mujair, atau gurame)
2 batang serai, memarkan, iris kasar
8 lembar daun salam
1 tangkai kecil daun kemangi
Daun pisang untuk membungkus

Bumbu, haluskan :

1 jempol (2 cm) jahe
1 jempol (2 cm) kunyit
3 butir kemiri
5 siung bawang putih
10 siung bawang merah
1 sdt gula pasir
2 sdt garam
Asam jawa secukupnya (ataujeruk nipis)

Cara memasak:

Siangi ikan hingga bersih. Cuci, tiriskan.
Campurkan serai dengan bumbu halus.
Lumurkan bumbu halus ke seluruh permukaan ikan, termasuk ke dalam rongga perut ikan.

Bungkus ikan dengan sepotong daun pisang dan tambahkan 1-2 lembar daun salam, tambahkan daun kemangi.

Anda juga bisa memasukkan rajangan daun bawang dan beberapa cabe rawit ke dalam paket kukusan (sesuai selera).

Paket daun pisang dikukus di dalam kukusan selama kurang-lebih 1 jam sampai ikan matang.

Sajikan selagi panas.

Sunday, September 4, 2011

Singkong Saus Santan

Singkong Saus Santan

Bahan :

1 kg singkong, kupas, cuci, potong ukuran sedang
150 g gula pasir
½ sdt garam
2 lembar daun pandan atau ½ sdt esens vanili
1liter air

Saus santan :

1 butir kelapa,parut ambil santannya 500 ml
½ sdt garam
2 sdm tepung sagu

Cara Membuat :

Didihkan air di dalam panci, masukkan singkong, pandan, dan garam.

Rebus dengan api sedang hingga singkong empuk.
Masukkan gula,lalu aduk-aduk sampai kental.

Saus Santan:

Rebus santan dan garam, aduk-aduk hingga mendidih.
Larutkan tepung sagu dengan sedikit santan.
Masukkan ke dalam santan didihkan sambil aduk-aduk sampai agak kental.

Cara menyajikan:

Letakkan singkong dalam mangkuk.
Siram dengan saus santan secukupnya.
Sajikan.

*dapat juga ditabur dengan wijen goreng (jika suka)

Sunday, August 28, 2011

Pepes Udang

Pepes Udang

Bahan :

250 g udang sedang kupas
1 batang serai, ambil bagian yang putih, iris halus
20 helai daun kemangi
daun pisang
Haluskan :

2 butir kemiri
5 buah cabai merah keriting
2 buah cabai rawit merah
2 siung bawang putih
3 butir bawang merah
½ sdt terasi goreng
1 sdt garam

Cara membuat:

Aduk udang kupas dengan bumbu halus hingga rata.
Tambahkan serai dan daun kemangi, aduk rata.
Bagi menjadi 4 bagian.
Bungkus tiap bagian dengan selembar daun pisang.
Semat kedua ujungnya dengan lidi.

Kukus dalam kukusan panas selama 20 menit hingga matang. Angkat.
Bakar di atas bara api hingga agak kering.
Angkat, sajikan selagi hangat.

Daun Aromatik yang Melezatkan Masakan Tradisional

daun kemangi

Masakan tradisional bukan sekadar makanan biasa namun adalah warisan nusantara. Kelezatan masakan tradisional tak tertandingi karena berbagai faktor. Mulai nilai tradisi di dalamnya, pilihan bumbu, cara memasak, dan juga dedaunan aromatik yang turut andil dalam menciptakan citarasa khas.

1. Daun bawang
Terdiri dua bagian, bagian pangkal yang lebih keras dan berlapis, berwarna putih serta bagian atas hanya dua lapis, berwarna hijau muda. Aromanya seperti bawang dan biasanya digunakan dengan diiris atau dipotong-potong. Daun bawang biasanya dimasukkan ke dalam masakan menjelang diangkat agar tak hilang aromanya. Digunakan antara lain dalam pembuatan sup atau soto.

2. Daun kari
Dikenal juga dain salam koja dengan aroma tidak terlalu tajam tapi khas. Penggunaan dain kari biasanya langsung dimasukkan dalam masakan Sumatera.

3. Daun kunyit
Bentuknya agak panjang dan seperti daun bambu, tetapi tipis, dengan warna hijau muda. Berguna untuk mengurangi bau amis bahan yang dipakai dan menimbulkan aroma segar.

Penggunaan daun kunyit biasanya disobek-sobek atau diikat dan dimasukkan dalam tumisan atau masakan. Daun kunyit biasanya digunakan untuk membuat rendang atau gulai.

4. Serai
Bentuknya seperti batang, dengan aroma segar. Biasanya digunakan bersama daun salam. Penggunaannya dimemarkan, diiris halus, atau dihaluskan bersama bumbu. Serai biasanya digunakan dalam pepes, gulai dan ayam arsik.

5. Daun jeruk
Daun ini termasuk beraroma tajam. Aromanya seperti jeruk dan biasanya saat digunakan dibuang tulang daunnya lalu diiris. Daun jeruk digunakan untuk memberi aroma pada pembuatan rawon, ayam panggang, dan soto.

6. Daun pandan
Bentuknya panjang, ramping sering digunakan untuk mengharumkan masakan, minuman, dan kue. Penggunaan daun ini biasanya disobek-sobek, diikat, atau ditumbuk dan diambil airnya. Misalnya untuk pembuatan woku atau dawet.

7. Daun kemangi
Daun ini termasuk unik, bisa sebagai aromatik bisa juga sebagai lalap. Aromanya khas dan digunakan untuk mengharumkan masakan. Penggunaan daun kemangi biasa dipetiki daunnya untuk dilalap, atau dimasukkan dalam masakan menjelang diangkat. Masakan yang menggunakan daun kemangi di antaranya woku, masakan Manado.

8. Daun salam
Daun berwarna hijau ini memiliki kedua ujung meruncing. Hampir setiap masakan tradisional Indonesia menggunakan daun salam. Saat kering, daun salam juga masih bisa dimanfaatkan aromanya. Meski memang tak seharum daun yang masih segar. Bila menggunakan daun salam kering, sebaiknya tambahkan jumlahnya untuk mendapatkan aroma segar.

9. Kecombrang atau honje
Sebetulnya, kecombrang adalah bunga, bukan daun. Biasa diambil beberapa helai atau diambil batangnya saja. Aromanya tajam dan khas, sehingga tidak semua orang menyukainya. Namun masakan Sumatera biasanya menggunakan kecombrang.

Daun ini digunakan dengan cara disobek-sobek atau diikat, dan dimasukkan dalam tumisan atau masakan. Misalnya dalam pembuatan gulai, ayam goreng, kadang juga sayur asam.

10. Daun mangkokan
Bentuknya bulat, tetapi bagian sisinya sedikit naik membentuk mangkuk. Aromanya segar untuk memberi kesegaran pada masakan dan mengilangkan bau amis. Penggunaan daun ini dengan diiris lalu dimasukkan ke dalam masakan. Misal dalam pembuatan gulai otak Padang.